
Sering kali kita begitu mudah mengingat luka yang diberikan orang lain kepada kita, mudahnya mengingat berapa banyak luka yang pernah ditorehkan seseorang kepada kita sejak lama, tetapi kita kerap lupa bahwa mungkin pernah ada hati yang terluka karena lisan, sikap, atau perbuatan kita.
Maka, saat disakiti, jangan hanya bertanya, "Mengapa dia melakukan ini kepadaku?"
Tapi, coba tanyakan juga kepada diri sendiri, "Adakah aku pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain?"
Sebab, hidup ini bukan hanya tentang bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama.
Allah mengingatkan:
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit..." (QS. Taha: 124)
Semoga setiap luka yang kita rasakan menjadi jalan untuk bermuhasabah, bukan alasan untuk membalas.
Semoga Allah selalu melembutkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita orang yang tidak meninggalkan luka di hati orang lain.
Aamiin...
Baca berita lainnya

Yang Sering Kali Terlupakan: Kita Tinggal di Bumi Saling Berdampingan
Renungan tentang kezaliman terhadap hewan dan tumbuhan sebagai sesama makhluk hidup, serta pengingat bahwa segala sesuatu tidak pernah luput dari perhitungan Allah.

(Aku) Sebenarnya Sanggup
Renungan tentang kesungguhan menjaga salat: jika kita sanggup berjuang untuk banyak hal duniawi, sesungguhnya kita juga mampu menyambut panggilan Allah dengan segera.

Jagalah Tiga Pintu Menuju Hidayah
Renungan tentang bagaimana hidayah masuk sedikit demi sedikit melalui apa yang kita dengar, lihat, dan renungkan dalam hati.
