
Ada dosa yang membuat kita enggan atau malu melakukannya, ditambah penyakit hati yang membuat kita merasa sudah baik, bahkan merasa lebih unggul saat memilikinya.
SOMBONG
Dalam riwayat para mufasir, Iblis dikenal sebagai makhluk yang paling tekun dan taat beribadah sebelum Adam diciptakan.
Namun, ketika Allah memerintahkannya untuk tunduk, egonya berbicara:
"Aku lebih dulu dan aku lebih darinya." (QS. Al-A'raf: 12)
Di situlah kehancurannya bermula.
Bukan karena ia tidak tahu siapa Allah, melainkan karena ia merasa lebih tinggi daripada makhluk Allah lainnya.
Dan kalimat itu masih tumbuh karena sengaja disemai oleh Iblis:
- "Aku lebih hebat!"
- "Aku lebih kaya!"
- "Aku lebih senior!"
- "Aku lebih dulu hijrah!"
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
Yang menakutkan, kesombongan justru datang bukan saat kita jauh dari Allah, tetapi tumbuh bersama ilmu yang bertambah dan ibadah yang istikamah.
Saat orang mengenal dan menghormati kita dengan segala kelebihan yang kita miliki, kita justru sibuk hingga lupa akan aib dan kekurangan diri sendiri.
Maka, saat nasihat datang, ingatlah untuk melembutkan hati. Lihatlah kebenaran yang disampaikan.
Ingatlah kehinaan Iblis!
Semoga Allah melindungi dan menjauhkan kita dari rasa sombong.



Baca berita lainnya

Yang Sering Kali Terlupakan: Kita Tinggal di Bumi Saling Berdampingan
Renungan tentang kezaliman terhadap hewan dan tumbuhan sebagai sesama makhluk hidup, serta pengingat bahwa segala sesuatu tidak pernah luput dari perhitungan Allah.

Sebelum Bertanya Mengapa Disakiti, Bertanyalah pada Diri Sendiri
Renungan tentang muhasabah diri: sebelum mempertanyakan mengapa orang lain menyakiti kita, ada baiknya bertanya apakah kita pernah melukai orang lain.

(Aku) Sebenarnya Sanggup
Renungan tentang kesungguhan menjaga salat: jika kita sanggup berjuang untuk banyak hal duniawi, sesungguhnya kita juga mampu menyambut panggilan Allah dengan segera.
