Mualaf Center Indonesia
Back to all articles
Motivasi

Hati-Hati dalam Hal Ini: Pintar namun Sombong

Renungan tentang kesombongan, penyakit hati yang bisa tumbuh bersama ilmu dan ibadah, serta pengingat untuk melembutkan hati saat menerima nasihat.

Hati-Hati dalam Hal Ini: Pintar namun Sombong

Ada dosa yang membuat kita enggan atau malu melakukannya, ditambah penyakit hati yang membuat kita merasa sudah baik, bahkan merasa lebih unggul saat memilikinya.

SOMBONG

Dalam riwayat para mufasir, Iblis dikenal sebagai makhluk yang paling tekun dan taat beribadah sebelum Adam diciptakan.

Namun, ketika Allah memerintahkannya untuk tunduk, egonya berbicara:

"Aku lebih dulu dan aku lebih darinya." (QS. Al-A'raf: 12)

Di situlah kehancurannya bermula.

Bukan karena ia tidak tahu siapa Allah, melainkan karena ia merasa lebih tinggi daripada makhluk Allah lainnya.

Dan kalimat itu masih tumbuh karena sengaja disemai oleh Iblis:

  • "Aku lebih hebat!"
  • "Aku lebih kaya!"
  • "Aku lebih senior!"
  • "Aku lebih dulu hijrah!"

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)

Yang menakutkan, kesombongan justru datang bukan saat kita jauh dari Allah, tetapi tumbuh bersama ilmu yang bertambah dan ibadah yang istikamah.

Saat orang mengenal dan menghormati kita dengan segala kelebihan yang kita miliki, kita justru sibuk hingga lupa akan aib dan kekurangan diri sendiri.

Maka, saat nasihat datang, ingatlah untuk melembutkan hati. Lihatlah kebenaran yang disampaikan.

Ingatlah kehinaan Iblis!

Semoga Allah melindungi dan menjauhkan kita dari rasa sombong.

Foto 1
Foto 2
Foto 3