
Tatkala kita memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu, kita sanggup bangun subuh, bahkan sedini mungkin, untuk berangkat ke bandara mengejar pesawat agar tidak tertinggal. Ketika kita memiliki sebuah target, kita sanggup joging berkilo-kilo demi kesehatan atau sekadar mengikuti tren masa kini.
Sanggup mengangkat beban demi tubuh yang ideal, melakukan diet, dan kegiatan lain. Namun, saat azan berkumandang, sering kali yang terasa justru malas, berat, mengantuk, bahkan menundanya. Padahal, kekuatan sejati bukanlah seberapa berat beban yang mampu kita angkat, melainkan seberapa ringan kaki ini melangkah memenuhi panggilan Rabb semesta alam.
Sebenarnya, kita ini adalah manusia yang mampu. Jika hari ini kita masih mampu berjalan menuju masjid, melaksanakan salat, segeralah tunaikan. Jangan sampai suatu hari nanti kita baru "berangkat" ke masjid saat harus dipikul di atas keranda.
"Sesungguhnya yang paling penting bagiku dalam urusan kalian adalah salat. Siapa yang menjaganya, maka ia telah menjaga agamanya. Dan siapa yang melalaikannya, maka urusan selainnya akan lebih ia lalaikan." — Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang menjaga salat hingga akhir hayat.



Baca berita lainnya

Yang Sering Kali Terlupakan: Kita Tinggal di Bumi Saling Berdampingan
Renungan tentang kezaliman terhadap hewan dan tumbuhan sebagai sesama makhluk hidup, serta pengingat bahwa segala sesuatu tidak pernah luput dari perhitungan Allah.

Sebelum Bertanya Mengapa Disakiti, Bertanyalah pada Diri Sendiri
Renungan tentang muhasabah diri: sebelum mempertanyakan mengapa orang lain menyakiti kita, ada baiknya bertanya apakah kita pernah melukai orang lain.

Jagalah Tiga Pintu Menuju Hidayah
Renungan tentang bagaimana hidayah masuk sedikit demi sedikit melalui apa yang kita dengar, lihat, dan renungkan dalam hati.
