Mualaf Center Indonesia
Back to all articles
Kegiatan

Sejarah Berdirinya Musala Al-Hijrah dan Perjalanan Dakwah Mualaf Center Indonesia di Perumahan Helena

Kisah perjalanan panjang umat Islam di Perumahan Helena membangun Musala Al-Hijrah, dari majelis taklim sederhana hingga menjadi pusat pembinaan mualaf bersama MCI.

Sejarah Berdirinya Musala Al-Hijrah dan Perjalanan Dakwah Mualaf Center Indonesia di Perumahan Helena

Berawal pada tahun 2018, jumlah umat Islam di Perumahan Helena masih sangat sedikit, hanya terdiri dari beberapa keluarga muslim yang sebagian besar merupakan para mualaf. Dengan semangat untuk saling menguatkan, mereka membentuk sebuah majelis taklim yang diberi nama Majelis Taklim (MT) Al-Hijrah.

Majelis ini menjadi wadah untuk belajar Islam, mempererat tali silaturahmi, sekaligus merangkul kaum muslim yang belum bergabung agar ukhuwah Islamiah semakin kokoh di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Memasuki bulan Ramadan tahun 2019, MT Al-Hijrah mulai menyelenggarakan salat tarawih yang dipimpin oleh Ustaz Sutarman. Saat itu, jemaah yang hadir masih sangat sedikit dan seluruh kegiatan ibadah dilaksanakan dengan meminjam sebuah rumah warga. Di rumah sederhana itulah salat tarawih dan salat Idulfitri dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.

Dengan penuh ikhtiar dan doa, Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian membuka jalan. Umat Islam di Perumahan Helena menerima hibah sebidang tanah berukuran 12 x 14 meter dari Bapak Ramoy Luntungan, seorang mantan pejabat. Tanah tersebut berada di tengah kawasan yang dikelilingi rumah-rumah ibadah umat Kristiani, bahkan berdampingan dengan Gereja GPdI, Gereja Advent, Gereja Katolik, dan GBI.

Meski berada di tengah berbagai keterbatasan, hal itu tidak menyurutkan semangat kaum muslim untuk terus berdakwah dan menjaga syiar Islam. Mereka berikhtiar agar kumandang azan tetap terdengar di wilayah tersebut. Dengan dukungan para dermawan, berhasil terkumpul dana sekitar 11 juta rupiah yang kemudian digunakan untuk membangun sebuah musala sederhana berbahan papan. Musala itu diberi nama Musala Al-Hijrah.

Sejak saat itu, Ustaz Sutarman terus istikamah mendampingi dan membina para mualaf. Beliau mengajarkan dasar-dasar Islam, memperkuat akidah, serta menumbuhkan semangat agar para mualaf tetap teguh menjalani agama yang baru mereka peluk.

Sepulang dari Rapat Kerja Nasional Mualaf Center Indonesia (MCI) di Kendari, Ustaz Sutarman mulai memperkenalkan Mualaf Center Indonesia kepada para mualaf di Perumahan Helena. Kehadiran MCI disambut dengan penuh rasa syukur dan harapan, karena banyak di antara mereka menghadapi tekanan dari keluarga, lingkungan, bahkan tempat bekerja akibat keputusan mereka memeluk Islam.

Melalui program-program pembinaan MCI, kegiatan belajar Iqra, penguatan akidah, kajian Islam, serta pendampingan bagi para mualaf terus berjalan secara rutin di Musala Al-Hijrah. Para mualaf tidak lagi merasa berjalan sendiri, tetapi memiliki keluarga besar yang saling menguatkan dalam iman.

Alhamdulillah, pada suatu kesempatan, Ketua Umum Mualaf Center Indonesia, Fandy Wiyogo Gunawan, meluangkan waktu untuk mengunjungi para mualaf di Perumahan Helena, meskipun di tengah padatnya agenda beliau di Makassar. Kunjungan tersebut menjadi penyemangat luar biasa bagi para mualaf binaan MCI di Sulawesi Utara.

Dalam perjalanan pulang menuju bandara, Ko Fandy menyampaikan sebuah kalimat yang sangat membekas: "Hadiah yang paling indah adalah sebuah kenangan." Kalimat sederhana itu menjadi penguat semangat bagi seluruh relawan dan para mualaf untuk terus melanjutkan perjuangan dakwah.

Berkat ikhtiar bersama, doa yang tak pernah putus, serta dukungan dari tim Mualaf Center Indonesia Pusat dan para donatur, Musala Al-Hijrah akhirnya dapat dibangun kembali menjadi lebih besar dan layak.

Kini, musala tersebut tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan mualaf, tempat belajar Iqra, memperkuat akidah, mempererat ukhuwah Islamiah, serta menjadi simbol hadirnya cahaya Islam di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim.

Semoga Musala Al-Hijrah terus menjadi saksi lahirnya generasi muslim yang kokoh dalam iman, serta menjadi pusat dakwah yang membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di masa mendatang. Aamiin.

Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5
Foto 6