
Alor, Oktober 2026
Ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kebutuhan air untuk minum, memasak, membersihkan diri, dan menjalankan ibadah, warga harus menghadapi aliran air yang tak menentu. Melihat kondisi tersebut, Mualaf Center Indonesia (MCI) bersama Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri (IIKBM) bersinergi menghadirkan sumber air bersih bagi masyarakat setempat.
Selama ini, masyarakat Desa Alila Timur sebenarnya telah memiliki jaringan pipa air. Namun, keberadaan jaringan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga secara optimal. Air biasanya hanya mengalir sekitar satu kali dalam seminggu. Bahkan, dalam kondisi tertentu, aliran air dapat terhenti selama dua hingga tiga minggu. Ketika air pipa tidak mengalir, warga terpaksa mencari sumber air alternatif dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menambah beban masyarakat, sebab ketersediaan air bersih yang layak dan mudah diakses masih menjadi persoalan yang harus mereka hadapi.
Situasi tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat muslim di wilayah itu. Sungai yang menjadi sumber air alternatif turut digunakan untuk berbagai aktivitas warga lainnya, termasuk membersihkan hewan atau daging babi ketika berlangsung acara pesta. Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi sebagian warga muslim dalam memperoleh sumber air yang sesuai dengan kebutuhan mereka, khususnya untuk keperluan bersuci dan beribadah. Persoalan air bersih tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas. Dengan jumlah penerima manfaat yang diperkirakan mencapai 206 hingga 217 kepala keluarga (KK), kebutuhan akan sumber air yang lebih mudah diakses, memadai, dan dapat diandalkan menjadi sangat penting.
Menanggapi kebutuhan tersebut, MCI dan IIKBM berupaya menghadirkan sumber air bersih bagi masyarakat Desa Alila Timur. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu warga memperoleh akses air yang lebih baik, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Setelah melalui proses ikhtiar yang cukup panjang, sumber air yang diupayakan akhirnya berhasil mengeluarkan air. Momen tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi ketidakpastian dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Hadirnya sumber air bersih ini diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, membersihkan diri, dan berbagai aktivitas lainnya. Selain itu, ketersediaan air yang lebih mudah dijangkau juga diharapkan mendukung masyarakat muslim dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, tanpa terus-menerus dibayangi kesulitan mendapatkan air.
Program ini bukan sekadar menghadirkan sumber air, melainkan juga menjadi upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Air yang mengalir diharapkan membawa manfaat bagi ratusan keluarga dan menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat Desa Alila Timur.
Terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah bergotong royong mendukung terwujudnya program wakaf air bersih ini. Dukungan dan kepedulian tersebut menjadi bagian penting dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap tetes air yang mengalir dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Alila Timur, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, memudahkan pelaksanaan ibadah, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala bagi para pewakaf dan seluruh pihak yang terlibat.
Melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Sebab, bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air, hadirnya sumber air bersih bukan sekadar kemudahan, melainkan harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.









Baca berita lainnya

Sumur Bor Hadir di Dusun Kleleng, 80 KK Kini Tak Perlu Lagi Berjalan Jauh Mengambil Air
MCI bersama Laznas Dompet Al-Qur'an Indonesia membangun sumur bor di Dusun Kleleng, Pamekasan, yang kini dimanfaatkan sekitar 80 kepala keluarga dan masjid setempat.

BAZNAS RI bersama Mualaf Center Indonesia Lakukan Supervisi Program untuk Pembinaan Mualaf di Berbagai Daerah
BAZNAS RI dan MCI melakukan supervisi program sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan dan penguatan keislaman para mualaf di berbagai daerah di Indonesia.

MCI Jawa Timur Lakukan Pembinaan dan Pendampingan kepada Mualaf Suku Tengger, Desa Wonocempokoayu, Senduro, Lumajang
MCI Jawa Timur bersama Mitra BAZNAS menggelar pembinaan akidah dan Al-Qur'an bagi mualaf Suku Tengger di Desa Wonocempokoayu, Senduro, Lumajang.
