
Jakarta, 2026
Perjalanan menjemput hidayah setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Bagi Mas Lando, kedamaian Islam hadir lewat untaian ayat suci Al-Qur'an dan kumandang azan yang menggetarkan hatinya. Mantan penganut agama Katolik ini resmi memeluk agama Islam pada tahun 2022. Namun, siapa sangka, ujian pascasyahadat justru menjadi titik balik luar biasa dalam hidupnya.
Menemukan Kedamaian dalam Islam
Sebelum memutuskan menjadi mualaf, Mas Lando mengaku merasakan ada sesuatu yang berbeda setiap kali ia berinteraksi dengan Islam. Ada rasa tenang dan nyaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata saat ia mulai belajar tentang Islam, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an, hingga menyimak suara azan. Ketertarikan yang mendalam inilah yang akhirnya memantapkan langkahnya untuk bersyahadat pada tahun 2022.
Ujian Hebat Pascasyahadat: Lika-Liku dan Kebangkrutan
Menjadi seorang muslim bukan berarti jalan hidup Mas Lando langsung mulus tanpa hambatan. Allah SWT menguji keimanannya lewat rezeki dan jerih payah duniawi. Usaha yang sudah lama ia rintis sejak sebelum masuk Islam perlahan-lahan mengalami kemunduran hingga akhirnya dinyatakan bangkrut.
Di tengah badai ekonomi dan ujian mental yang berat tersebut, Mas Lando memilih untuk tetap istikamah dan percaya bahwa ada hikmah besar di balik setiap takdir-Nya.
Titik Balik di Awal 2026 Bersama Mualaf Center Indonesia
Masa-masa sulit itu mulai menemui titik terang di awal tahun 2026. Melalui program pembinaan, dukungan moral, serta dukungan penuh dari tim Mualaf Center Indonesia (MCI), Mas Lando perlahan-lahan mengumpulkan semangatnya kembali untuk merintis usaha dari nol.
Dengan sisa energi dan keyakinan baru, ia membuka usaha kuliner yang diberi nama Ayam Bakar Solo "Pawon Ireng".
"Alhamdulillah, berkat bimbingan dan dukungan nyata dari teman-teman di Mualaf Center Indonesia, saya bisa pelan-pelan bangkit dari keterpurukan ekonomi," ujar Mas Lando mengenang masa-masa awal rintisannya.
Dari Penerima Manfaat Menjadi Pembuka Lapangan Kerja
Perkembangan Ayam Bakar Solo "Pawon Ireng" terbilang sangat pesat. Atas izin Allah, Mas Lando diberikan berbagai kemudahan dalam menjalankan bisnisnya hingga mampu mengembangkan sayap dan membuka jaringan kemitraan (franchise).
Kini, manfaat yang dirasakan Mas Lando setelah mengikuti pembinaan di Mualaf Center Indonesia tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri. Lewat jaringan franchise Pawon Ireng yang terus bertumbuh, ia berhasil membalikkan keadaan: dari seorang mualaf yang dibantu, kini menjadi sosok yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sesama.
Kisah Mas Lando menjadi bukti nyata bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Istikamah dalam iman dan ketekunan dalam berusaha, ditambah dengan ekosistem dukungan yang tepat seperti Mualaf Center Indonesia, mampu mengubah ujian menjadi berkah yang meluas bagi sesama.
Baca berita lainnya

Perjuangan Seorang Mualaf: Meninggalkan Keluarga demi Mempertahankan Keimanan dan Memulai Hidup Baru
Kisah Pak Aman, mualaf yang harus meninggalkan keluarganya demi mempertahankan keimanan, kini berjuang bangkit dan hidup mandiri secara halal dan bermartabat.

Ketika Pencarian dan Jawaban Membawa Seseorang pada Cahaya Kebenaran: Kisah Mualaf Giovani Dimas Antares
Kisah pergulatan spiritual Giovani Dimas Antares, mualaf yang meninggalkan karier mapan di Amerika Serikat demi memeluk Islam dan menemukan ketenangan batin yang sejati.

Kekaguman akan Islam Mantapkan Dirinya Memeluk Islam
Kisah hidayah Godlif Christian Poeh, mualaf binaan MCI Malang yang menemukan ketenangan dan keyakinan dalam Islam setelah bertahun-tahun mencari jawaban atas pertanyaan keimanannya.
