Mualaf Center Indonesia
Back to all articles
Inspirasi

Dua Tahun Menyemai Harapan: Kisah Fatih Rizqy Nugraha, Anak Mualaf Binaan MCI

Perjalanan dua tahun Fatih Rizqy Nugraha, anak mualaf binaan Mualaf Center Indonesia, dari iqra jilid 2 hingga menghafal lebih dari tiga juz Al-Qur'an dan 36 Hadits Arbain.

Dua Tahun Menyemai Harapan: Kisah Fatih Rizqy Nugraha, Anak Mualaf Binaan MCI

Awal Juni 2024, Mualaf Center Indonesia (MCI) menerima sebuah kabar yang menggugah hati. Seorang mualaf akhwat berstatus single parent menghubungi pengurus dan menyampaikan kondisi yang tengah ia hadapi. Ia mengaku sering sakit-sakitan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan putra semata wayangnya yang baru saja lulus sekolah dasar.

Mendapatkan laporan tersebut, tim Mualaf Center Indonesia segera melakukan tindak lanjut dengan mengunjungi tempat tinggal mereka di sebuah kontrakan sederhana di daerah Krukut. Dari hasil kunjungan dan koordinasi dengan pemilik kontrakan, diketahui bahwa mereka telah menunggak biaya kontrakan selama tiga bulan.

Setelah melakukan asesmen secara menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai aspek, Mualaf Center Indonesia memberikan bantuan darurat untuk meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Namun, bantuan sesaat tentu bukan solusi yang cukup. Diperlukan langkah yang lebih berkelanjutan, terutama untuk memastikan masa depan sang anak tetap memiliki harapan dan arah yang jelas.

Dari sinilah sebuah ikhtiar dimulai. Putra mualaf tersebut diarahkan untuk mendapatkan pendidikan berbasis Al-Qur'an agar memiliki bekal agama yang kuat dan menjadi pribadi yang mandiri di masa depan. Ia kemudian dibina di Rumah Tahfidz Pejuang Quran, sebuah program di bawah Yayasan Gerakan Memakmurkan Masjid yang didirikan oleh Pakde Romadi selaku Sekretaris Umum Mualaf Center Indonesia.

Selain memberikan pendidikan terbaik, penempatan ini juga memudahkan proses pendampingan dan pemantauan perkembangan sang anak secara berkelanjutan. Anak itu bernama Fatih Rizqy Nugraha, lahir pada Mei 2011.

Ketika pertama kali bergabung di Rumah Tahfidz Pejuang Quran, Fatih memiliki cita-cita sederhana namun mulia: ingin menjadi seorang pedagang. Kemampuan membaca Al-Qur'annya saat itu masih berada pada tingkat Iqra Jilid 2. Hafalannya baru sebatas beberapa surat pendek, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Ia juga belum memiliki hafalan hadis. Untuk pendidikan formalnya, Fatih mengikuti program Kejar Paket B.

Fatih menjalani proses panjang yang penuh perjuangan. Ia belajar membaca Al-Qur'an dengan lebih baik, memperbanyak muraja'ah, menghafal ayat demi ayat, mempelajari hadis, serta membina akhlak dan kedisiplinan. Perjalanan itu tidak selalu mudah. Namun, kesungguhan Fatih, doa seorang ibu, bimbingan para ustaz, serta dukungan para donatur menjadi kekuatan yang terus mengiringi langkahnya.

Alhamdulillah, dua tahun kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan salah satu bentuk pertolongan dan karunia-Nya. Fatih kini telah memiliki hafalan lebih dari tiga juz Al-Qur'an, yaitu Juz 28, Juz 29, Juz 30, serta beberapa surat dari Juz 27. Selain itu, ia juga telah menghafal 36 Hadits Arbain.

Dari seorang anak yang baru membaca Iqra Jilid 2, Allah mengangkat langkahnya menjadi seorang penghafal Al-Qur'an.

Kisah Fatih mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan ekonomi, status sebagai anak mualaf, maupun berbagai ujian kehidupan bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan. Ketika ada kepedulian, pendampingan yang berkelanjutan, serta pendidikan yang tepat, harapan dapat tumbuh menjadi kenyataan.

Semoga Allah menjaga Fatih dalam keistikamahan, menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya dalam hidupnya, membahagiakan ibunya, serta menjadikannya anak yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.

"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Terima kasih kepada seluruh sahabat, donatur, dan para pejuang kebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Setiap kepedulian yang diberikan, insya Allah, akan terus mengalir menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus. Semoga Allah membalas seluruh kebaikan dengan keberkahan yang berlipat ganda di dunia dan akhirat.

Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5