Mualaf Center Indonesia
Back to all articles
Inspirasi

Dari Penginjil Menjadi Pembela Islam: Kisah Hidayah Ustaz Muhammad Hasan Dasar Lubis

Kisah hidayah Ustaz Muhammad Hasan Dasar Lubis, seorang mantan misionaris Kristen yang menemukan kebenaran dan kini berdakwah bersama Mualaf Center Indonesia.

Dari Penginjil Menjadi Pembela Islam: Kisah Hidayah Ustaz Muhammad Hasan Dasar Lubis

Siapa sangka, seseorang yang dahulu begitu aktif dalam dunia misionaris akhirnya justru menemukan ketenangan hakiki di dalam agama Islam.

Ustaz Muhammad Hasan Dasar Lubis pernah menjalani hidup sebagai seorang misionaris Kristen yang membaktikan diri dan mendalami sains teologi dengan amat serius. Beliau bukan sekadar sangat memahami doktrin agamanya kala itu, melainkan juga memiliki keterampilan kecakapan bahasa Arab yang cemerlang. Beliau mampu membaca naskah Injil dalam edisi bahasa Arab, hingga sanggup melantunkan kasidah dengan fasih.

Namun, di balik hiruk-pikuk aktivitas penginjilannya pada masa lampau, terbentang satu napak tilas panjang yang tidak diketahui oleh banyak orang: rekam jejak pencarian akan kebenaran.

Selama rentang waktu menembus angka 15 tahun, beliau meneliti, mengkaji komparasi, dan membedah berbagai risalah ajaran lintas agama secara saksama dan amat berhati-hati. Perjalanan intelektual dan relung spiritual tersebut tentulah bukan proses yang berjalan dengan singkat. Rentang waktu itu dipenuhi oleh gulungan pertanyaan, pilar perenungan, serta langkah pencarian yang setapak demi setapak justru mengarahkan hatinya kian berlabuh mendekat kepada kebenaran Islam.

Semakin dalam beliau merenungi dan mempelajari ilmu perbandingan agama, maka semakin tebuka pula tabir sanubarinya di hadapan kemurnian ajaran Islam. Hingga pada sebuah titik pertemuan yang dijanjikan, dengan memeluk seutuh keyakinan, beliau memantapkan diri untuk mengikrarkan kalimat syahadat dan memilih menepis masa lalunya sebagai penginjil.

Keputusan final nan monumental itu bukanlah batas akhir dari garis tapak yang harus beliau tempuh, melainkan tapal gerbang pembuka dari bakti pengabdian yang sepenuhnya anyar.

Memasuki gerbang hidayah Islam, beliau lantas mendedikasikan usia dan pikirannya demi memperdalam khazanah ilmu-ilmu syari serta bergerak berdakwah di titik-titik simpul masyarakat. Dengan berbekal memori berharga perihal metodologi di masa lalunya, dewasa ini beliau aktif terjun menjabarkan edukasi terkait peta taktik misionaris, seraya membangun pagar ketahanan sekaligus mengokohkan fondasi kedalaman akidah yang dipegang umat Islam, agar tak mudah menjadi bimbang maupun digoyahkan.

Kini, beliau lebih akrab dikunjungi dalam posisinya sebagai salah satu tokoh dan dai penting yang membesarkan nama baik dari yayasan keluarga besar Mualaf Center Indonesia (MCI). Sepak terjangnya terus hidup guna menyebarluaskan syiar dakwah, membagikan pencerahan kelimuan, merangkai lembar memoar hidayah yang menyentuh, sekaligus menginspirasi banyak sanubari umat.

Di ujung ceritanya, kita dapat bercermin bahwa hidayah bukanlah sebuah paten durasi ihwal siapa pribadi yang terlama menelan pengenalan akan Tuhan di dalam keseharian agama yang dianut, melainkan adalah perkara tentang telinga kalbu milik siapa yang telah sengaja dibukakan pintu pemahamannya oleh rahmat dan karunia mutlak dari Allah Swt., guna menampung semesta kebenaran Ilahiah.

"Sesungguhnya hidayah adalah milik Allah mutlak, dan Dia memberikannya kepada hamba mana saja yang Dia kehendaki."