
Di berbagai kesempatan, hal yang sering ditanyakan banyak orang terkait Mualaf Center Indonesia adalah tentang siapa pendiri organisasi ini.
Identitas Mualaf Center Indonesia
Di sisi lain, banyak orang juga memahami bahwa Mualaf Center Indonesia sangat identik dengan sosok Almarhum Koh Steven Indra Wibowo yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Mualaf Center Indonesia tahun 2014-2022. Pemahaman tersebut tidak salah karena Almarhum dalam proses historis keberadaan Mualaf Center Indonesia menjadi sosok utama, baik sebelum berbadan hukum maupun setelah berbadan hukum Yayasan dengan nama Mualaf Center Indonesia.
Perjalanan Sejarah Mualaf Center Indonesia
Proses sejarah keberadaan Mualaf Center Indonesia sangat panjang. Setidaknya dimulai dari tahun 2003 dengan milis, kemudian website dan forum. Seiring dengan munculnya platform media sosial Facebook, Mualaf Center Indonesia hadir dalam format grup yang bernama Grup MUALAF INDONESIA.
Pada waktu itu, Koh Steven Indra juga memiliki akun personal dengan nama yang sama "MUALAF INDONESIA" yang akun tersebut dipegang langsung oleh beliau.
Era Facebook: Mualaf Indonesia dan Mualaf Internasional
Grup FB Mualaf Indonesia memiliki banyak admin dan moderator. Penulis dengan nama akun Id Amor adalah salah satu yang diberi kepercayaan oleh Koh Steven Indra untuk menjadi admin grup tersebut.
Di tahun 2012, Bunda Iesye Martini, salah satu admin grup FB Mualaf Indonesia, menginisiasi pembuatan grup FB Mualaf Internasional dengan mengajak beberapa rekannya menjadi admin dan moderator. Penulis juga mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu admin grup FB tersebut.
Awal Mula Pendirian Yayasan
Kopdar Bersejarah September 2012
Pada bulan September 2012, Bunda Iesye Martini menginisiasi kopdar (kopi darat) pegiat grup FB Mualaf Indonesia dan Mualaf Internasional di rumah Bunda Sri Fatimah, Jl. Patra Tomang, Jakarta Barat. Bunda Sri adalah rekan kerja Bunda Iesye sekaligus salah satu admin grup FB Mualaf Internasional dan Mualaf Indonesia.
Event kopdar tersebut dilaksanakan pada 29 September 2012 dengan mengundang pembicara:
- Ustadz Fadlan Garamatan
- Julaibib (nama akun mualaf berlatar belakang pendeta Hindu)
- Koh Steven Indra yang juga ikut sharing pengalaman dakwahnya

Usulan Pembentukan Badan Hukum
Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah adanya usulan agar pembinaan dan pendampingan mualaf memiliki wadah yang berbadan hukum.
Pasca pertemuan tersebut, dimulai pembahasan secara intensif dengan membuat WhatsApp Group khusus untuk proses persiapan pendirian Yayasan.
Proses Pendirian Yayasan
Konsultasi dengan Notaris
Satu tahun tiga bulan kemudian, tepatnya 4 Januari 2014, dilakukan konsultasi ke Notaris sekaligus salah satu relawan Mualaf Indonesia, yakni Pak Ujang Mansur yang tinggal di Indramayu, Jawa Barat.
Yang hadir dalam konsultasi tersebut:
- Koh Steven bersama istri
- Bunda Iesye
- Bunda Sri
- Penulis

Dalam proses konsultasi tersebut dijelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan, dan kami juga mendapatkan pengetahuan garis besar tentang:
- Undang-undang Yayasan
- Bagan struktur Yayasan
- Kewenangan dan tugas masing-masing bagan (Pembina, Pengurus, dan Pengawas)

Pertemuan Lanjutan
Satu pekan kemudian, tepatnya 11 Januari 2014, diadakan pertemuan silaturahmi kembali di rumah Bunda Sri Fatimah. Pertemuan ini dihadiri beberapa mualaf yang baru bergabung, dan di antara mereka ada yang kemudian hari masuk menjadi pengurus maupun pengawas Yayasan Mualaf Center Indonesia.
Dinamika Pendirian
Pembahasan dilanjutkan dengan melibatkan beberapa orang yang mulai aktif ikut komunikasi dan berkoordinasi. Dalam proses tersebut tentu saja ada berbagai dinamika, terutama terkait penetapan nama-nama yang akan dimasukkan dalam akta Yayasan dan struktur Bagan Yayasan (Pendiri, Pembina, Pengurus, dan Pengawas).
Setelah sekitar 8 bulan 1 pekan dalam proses diskusi panjang dengan berbagai dinamikanya, awal September 2014 menjadi bulan bersejarah pendirian Yayasan Mualaf Center Indonesia.
Siapa Pendiri Mualaf Center Indonesia?
Sebagian orang mengira bahwa Koh Steven Indra Wibowo adalah satu-satunya pendiri. Ada juga sebagian dari mereka yang terlibat dalam proses pendirian Yayasan merasa mereka adalah pendirinya.
Penulis yang menjadi salah satu orang yang terlibat langsung dalam proses panjang ini mengetahui bahwa banyak orang pernah ikut berpartisipasi dalam proses pendirian Yayasan. Bahkan di antara mereka, sampai sekarang kami belum pernah bertemu secara fisik karena sebagian besar generasi awal Mualaf Center Indonesia adalah pegiat dakwah di dunia maya. Maka proses komunikasi dan koordinasi pendirian Yayasan lebih banyak melalui online.
Pendiri Resmi Berdasarkan Akta
Namun, hal yang perlu diketahui publik berdasarkan lampiran Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: AHU-06117.50.10.2014 tentang PENGESAHAN PENDIRIAN BADAN HUKUM YAYASAN MUALAF CENTER INDONESIA, pendiri Yayasan Mualaf Center Indonesia yang tercatat secara resmi adalah:
- Ali Hasan Bawazier (Ustadz)
- Syarif Jafar Baraja (Ustadz)
- Sri Fatimah Tarmizi (Ibunda)
- Iesye Martini (Almarhum - Ibunda)
- Steven Indra Wibowo (Almarhum - Ketua Umum)
Komposisi Pendiri
Almarhum Koh Steven Indra Wibowo didampingi oleh:
- 2 Ustadz: Ustadz Ali Hasan Bawazier dan Ustadz Syarif Baraja
- 2 Ibunda: Almarhumah Bunda Iesye Martini dan Bunda Sri Fatimah
Warisan dan Jejak
Pendirian Yayasan Mualaf Center Indonesia merupakan hasil kerja keras kolektif dari banyak pihak yang peduli terhadap pembinaan dan pendampingan mualaf di Indonesia. Meskipun tercatat lima nama sebagai pendiri resmi, kontribusi dari seluruh pegiat dakwah online yang terlibat dalam proses panjang ini tidak dapat dilupakan.
Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang sejarah pendirian Yayasan Mualaf Center Indonesia dan menghormati kontribusi semua pihak yang terlibat dalam perjalanan panjang tersebut.
Baca berita lainnya

Benarkah Islam itu Agama Perang?
Menjelaskan bahwa Islam adalah agama perdamaian dengan etika perang yang ketat, bukan agama agresi. Membahas alasan kesalahpahaman dan konsep militer Islam yang terlengkap.

Dari Sudut Pandang Objektif, Agama Apa yang Paling Baik dan Benar?
Analisis objektif membandingkan agama-agama besar dunia berdasarkan keotentikan kitab suci, konsistensi ajaran, keselarasan dengan sains, dan sistem hukum.

QS. Ali Imran 91: Nikmat Islam Nilainya Melebihi Emas Sebesar Bumi
Renungan mendalam tentang QS. Ali Imran 91 mengenai nilai keimanan yang jauh melebihi kekayaan dunia, dengan konteks historis dan pelajaran spiritual.
