
Hanya butuh waktu tujuh semester bagi Frank Edwin Liemer untuk menuntaskan kewajibannya sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Memilih Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ia berhasil lulus dengan gemilang dan meraih predikat cumlaude.
Sebagai perantau mualaf asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Frank hijrah ke Pamekasan pada tahun 2016 bersama ibunda dan adik-adiknya. Perjalanan sepuluh tahun kehidupannya adalah kisah tentang hidayah, perjuangan, dan kemuliaan. Frank gigih berjuang menyambung hidup dengan menjadi pedagang kaki lima demi membantu meringankan beban sang ibu.
Dalam bimbingan perlahan Mualaf Center Indonesia (MCI) Daerah Kabupaten Pamekasan, keluarga ini perlahan mengenal tata cara salat, belajar membaca Al-Qur'an, dan mendalami indahnya syariat Islam. Bahkan, atas izin Allah Swt., di antara adik-adiknya kini ada yang telah berhasil menghafal hingga 15 juz Al-Qur'an.
Dalam setiap langkah perjalanan panjang ini, pengurus MCI Pamekasan senantiasa hadir membersamai ketekunan mereka. Dari jerih payah di jalanan menuju kemuliaan, kisah ini menjadi bukti nyata bahwa Allah Swt. selalu menepati janji-Nya.



Baca berita lainnya

Penganugerahan Tenaga Kesehatan Teladan: Ketua MCI Kalsel Raih Penghargaan Tingkat Provinsi
Ketua MCI Wilayah Kalimantan Selatan, Ns. Akhmad Azhar Basyir, S.Kep., meraih penghargaan Terbaik II Kategori Keperawatan pada Seleksi Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalsel 2026.

Perjuangan Seorang Mualaf: Meninggalkan Keluarga demi Mempertahankan Keimanan dan Memulai Hidup Baru
Kisah Pak Aman, mualaf yang harus meninggalkan keluarganya demi mempertahankan keimanan, kini berjuang bangkit dan hidup mandiri secara halal dan bermartabat.

Ketika Pencarian dan Jawaban Membawa Seseorang pada Cahaya Kebenaran: Kisah Mualaf Giovani Dimas Antares
Kisah pergulatan spiritual Giovani Dimas Antares, mualaf yang meninggalkan karier mapan di Amerika Serikat demi memeluk Islam dan menemukan ketenangan batin yang sejati.
