Mualaf Center Indonesia
Back to all articles
Artikel

4 Keutamaan Ketika Seseorang Masuk Islam

Mengenal empat keutamaan besar yang diperoleh seseorang ketika masuk Islam, berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah.

4 Keutamaan Ketika Seseorang Masuk Islam

Ketika Seseorang Memilih Islam

Terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, terlahir dari orang tua apapun sukunya, bangsa apapun, dan ras apapun bukanlah pilihan kita. Semua itu adalah ketetapan Sang Pencipta alam semesta raya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kemuliaan seseorang tidak diukur dari kesuksesan duniawi, kebangsaan, atau jenis kelamin. Sebaliknya, tolok ukur kemuliaan adalah ketundukan dan kepatuhan kepada hukum-hukum Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

(QS. Al-Hujurat: 13)

Menjadi beriman atau tidak, tunduk dan patuh kepada ketentuan Allah setelah baligh adalah pilihan pribadi masing-masing. Maka apapun pilihannya, siap atau tidak, tahu atau tidak, pasti ada konsekuensinya.

Agama yang Diridhai Allah

Setiap umat Islam wajib meyakini bahwa agama Islam membawa ajaran yang paling baik dan terbaik. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah ﷻ. Ajaran ini terbuka bagi siapapun, termasuk mereka yang ingin masuk Islam.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 19 tentang agama yang diridhai:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam."

(QS. Ali Imran: 19)

Dalam Al-Qur'an melalui surat Al-Baqarah ayat 185, Allah ﷻ juga berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

"Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan."

(QS. Al-Baqarah: 185)

Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا

"Sesungguhnya agama itu mudah. Selamanya agama tidak akan membebani seseorang melainkan memudahkannya. Karena itu, luruskanlah, dekatilah, dan berilah kabar gembira!"

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Empat Keutamaan Masuk Islam

Banyak sekali keutamaan yang diperoleh seseorang ketika masuk Islam. Namun setidaknya kami sampaikan empat keutamaan utama:

1. Islam Menghapus Seluruh Dosa dan Kesalahan

Islam menghapus semua dosa dan kesalahan bagi orang kafir yang masuk Islam. Dalilnya adalah firman Allah ﷺ:

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ

"Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.'"

(QS. Al-Anfal: 38)

Sahabat 'Amr bin Al-'Ash ﷺ menceritakan kisahnya ketika masuk Islam. Beliau berkata:

فَلَمَّا جَعَلَ اللهُ اْلإِسْلاَمَ فِى قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: ابْسُطْ يَمِيْنَكَ فَـْلأُبَايِعْكَ

"Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi ﷺ, dan aku berkata, 'Bentangkanlah tanganmu, aku akan berbai'at kepadamu.'"

Namun 'Amr bin Al-'Ash ﷺ merasa khawatir tentang dosa-dosanya yang lalu. Beliau kemudian bertanya tentang syarat untuk mendapat pengampunan, dan Nabi ﷺ bersabda:

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ اْلإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَاكَانَ قَبْلَهَا؟ وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟

"Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya? Hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?"

(HR. Muslim: Kitabul Iman no. 121)

2. Amal Baik Dimulai dari Awal Lagi dengan Berlipat Ganda Pahalanya

Apabila seseorang masuk Islam dan kemudian baik keIslamannya, maka ia tidak disiksa atas perbuatannya pada waktu ia masih kafir. Lebih dari itu, Allah ﷻ akan melipatgandakan pahala amal-amal kebaikan yang pernah dilakukannya.

Dalam sebuah hadits dinyatakan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا

"Dari Abu Hurairah ﷺ, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jika baik keIslaman seseorang di antara kalian, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan ditulis sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Adapun keburukan yang dilakukannya akan ditulis satu kali saja.'"

(HR. Muslim dalam Kitabul Iman no. 129)

Ini adalah rahmat besar dari Allah ﷻ bagi mereka yang masuk Islam. Setiap amal baik yang mereka lakukan setelah masuk Islam akan mendapat pahala berlipat ganda.

3. Islam Melestarikan Amal Baik yang Telah Dilakukan Sebelumnya

Islam tidak menghapuskan amal-amal baik yang pernah dilakukan seseorang ketika masih di dalam kekafirannya. Sebaliknya, amal-amal baik tersebut tetap dihitung dan dilestarikan.

Hakim bin Hizam ﷺ bercerita:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ أَو صِلَةِ رَحِمٍ ، فَهَلْ فِيْهَا مِنْ أَجْرٍ؟

"Wahai Rasulullah, apakah engkau memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masa Jahiliyyah seperti shadaqah, membebaskan budak atau silaturahmi tetap mendapat pahala?"

Maka Nabi ﷺ bersabda:

أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ

"Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang dahulu."

(HR. Al-Bukhari, Kitab Zakat no. 1436 dan Muslim dalam Kitabul Iman no. 123)

Ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ tidak menghilangkan amal-amal baik seseorang ketika ia masuk Islam, bahkan amal-amal tersebut tetap menjadi bagian dari catatan amalnya.

4. Islam sebagai Sebab Terhindarnya Seseorang dari Siksa Neraka

Keutamaan keempat adalah Islam menjadi penghalang bagi seseorang dari siksa Neraka. Bahkan masuk Islam di saat yang paling tidak terduga sekalipun dapat menyelamatkan seseorang.

Dari Anas ﷺ, beliau bercerita:

كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ: أَسْلِمْ

"Ada seorang anak Yahudi yang selalu membantu Nabi ﷺ. Kemudian ia sakit. Maka Nabi ﷺ datang menengoknya, duduk di dekat kepalanya, seraya mengatakan, 'Masuk Islam-lah!'"

Anak Yahudi itu melihat kepada ayahnya, dan ayahnya berkata, "Taatilah Abul Qasim (Nabi ﷺ)." Maka anak itu masuk Islam. Kemudian Nabi ﷺ keluar seraya mengucapkan:

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ

"Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkannya dari siksa Neraka."

(HR. Al-Bukhari no. 1356)

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya masuk Islam, karena itu adalah penghalang utama dari siksa Neraka.

Penutup

Keempat keutamaan ini menunjukkan betapa besar rahmah dan kasih sayang Allah ﷻ kepada mereka yang memasuki agama Islam. Islam bukan sekadar agama, tetapi merupakan kesempatan kedua bagi setiap manusia untuk memulai hidup mereka dengan bersih dari dosa-dosa sebelumnya, dan memperoleh kesempatan emas untuk melakukan amal-amal yang akan dikalikan pahalanya oleh Allah ﷻ.

Semoga Allah ﷻ memberikan pemahaman yang mendalam kepada kita semua tentang kebesaran anugerah masuk Islam, dan semoga kita semua dapat mensyukurinya dengan terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ.